Saat kita rasa kita tak punya apa.

Kadang-kadang memang akan ada hari kita rasa ‘down’.

Semalam saya bercerita kepada suami tentang kehebatan orang itu, orang ini. Mudahnya jalan yang Allah atur untuk dia.

Saya bukan iri hati. Cuma datang perasaan mengukur kekurangan diri sendiri. Betapa kerdilnya saya.

Kata saya, banyak benda saya tak punya, yang saya boleh bantu / beri pada orang lain.

Seperti biasa, soalan saya pasti akan dibalas kembali dengan soalan.

1. Kenapa kalau nak MEMBERI kena sama macam apa yang orang lain boleh berikan?

2. Kenapa nak memberi seharusnya MATERIAL?

3. Dimana kurangnya memberi ilmu?

Ok. Saya dah mula dapat sesuatu. Tapi suami sambung lagi.

1. Tak semua orang direzekikan dengan benda/perkara yang sama.

2. Kalau sibuk intai rezeki orang, kita tak perasan rezeki kita pun banyak sebenarnya, cuma dalam bentuk lain. Disitulah akan lahirnya SYUKUR.

===

Begitulah, ada hari emosi pun naik turun. Memang perlu selalu diberi ingatan.

Maka bersyukurlah ada orang yang selalu mengingatkan kita.

Bersyukurlah masih punya keluarga.

Bersyukurlah masih punya kerja bagi menampung kehidupan.

Bersyukurlah punya anak-anak yang mendengar kata dan sihat selalu.

Bersyukurlah pagi ini boleh lagi sarapan nasi lemak sedap. 😄
.
.
Be yourself.
Beri apa yang kita ada.
Ilmu, walau hanya sepotong ayat, pahalanya berterusan. Insyaallah.

Najwa Hamidi
Dari dalam komuter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s